Muara Euforia

Tatkala seseorang beranjak dewasa, dihadapannya akan terpapar bagaikan hologram bayang-bayang yang akan menentukan kehidupannya di mas...


Tatkala seseorang beranjak dewasa, dihadapannya akan terpapar bagaikan hologram bayang-bayang yang akan menentukan kehidupannya di masa mendatang. Seolah otak berkecamuk dengan hati, memilih berbagai macam pilihan agar tidak menyesalinya dikemudian hari.
Hari terus berlalu tak pernah terjeda walau hanya sedetik. Namun sampai dengan saat ini juga, aku masih belum dapat menentukan apa yang menjadi pilihan. Waktu ini seakan ingin membunuh, meneror dengan upaya tanpa daya.
Tak terasa tibalah kini waktu yang menggerogoti hati sedari dulu. Terbesit berbagai macam pernyataan yang jelas-jelas bertentangan dengan hati, sehingga raga rasanya ingin memisahkan diri dari jiwa.
“Tinggal lah disini, nak”
“Kami tak akan mampu berpisah denganmu”
“Ridha mereka hanya sampai disini, jangan terlalu memaksakan diri”
 Seketika tanpa sadar air mata terjun bebas membasahi pipi, mengingat kembali kata-kata yang terlontarkan waktu itu. Pernyataan yang terang-terangan menjatuhkan harap. Kucoba mengambil alih kendali, agar ego tidak mudah menguasai. Kata demi kata kutelaah dengan baik, sehingga menghasilkan suatu keputusan yang kuhadirkan atas Ridha-Nya.
Gemuruh langit mulai memberi isyarat, rinai hujan mulai berjatuhan membasahi dinding kaca. Setelah bertempur dengan hati, sang raga bersikeras menuntut haknya. Aku pun merebahkan tubuh ini sejenak diatas ranjang ditemani hujan berelegikan gemuruhnya.
*tok tok tok tok tok*
“Sila.. Prisilia Denata.. Bangun nak, nanti kamu telat loh..”
Terdengar suara yang tidak asing lagi ditelinga. Suara yang hampir tiap hari menyambut pagi. Suara yang menyadarkanku dari bunga-bunga tidur yang mulai gugur bercucuran karena habis dilahap serangga.
Renjana seorang perempuan paruh baya yang kini tepat berada dihadapanku, menjadi satu-satunya alasan untuk menepis kekecewaan yang menyelimuti hati. Karena aku yakin, ridhanya adalah ridha Allah juga. Berharap semoga pilihan ini adalah muara euforiaku.
Dari sinilah aku memulai masa perkuliahan di IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Seperti halnya mahasiswa baru pada umumnya. Sebelum resmi diterima menjadi salah satu bagian dari keluarga Sultan Amai, tentunya perlu ada perkenalan tentang bagaimana seluk beluk kampus yang disebut kegiatan PBAK.
Hari demi hari kita lalui dengan suka duka, canda tawa, lelah, juga letih. Tapi itu semua tidak meruntuhkan semangat untuk tetap menyelesaikan kegiatan ini hingga kami benar-benar resmi menjadi mahasiswa. Terlebih untuk diriku sendiri yang memilih jurusan Pendidikan Bahasa Arab berlokasi di kampus 2, dengan jarak yang cukup jauh dari peradaban apalagi hiruk piruk dunia perkotaan.
Disini aku menyadari, bahwasanya otak pikiran seorang penuntut ilmu akan lebih sejuk belajar di tempat yang tenang, jauh dari keramaian apalagi disuguhkan dengan pemandangan yang maa syaa Allah. Selain itu tempatnya yang bisa dibilang agak terpencil ini, memungkinkan para mahasiswa memperbesar saldo biaya hidup selama disini karena tidak ada mall yang menjadi daya tarik dikebanyakan orang.
Setelah resmi menjadi bagian dari keluarga Sultan Amai dengan berbagai ketentuan, akhirnya aku bangga dapat menyandang gelar mahasiswa. Terlepas dari itu semua, kembali otak berkecamuk dengan hati menanyakan,
 “Bagaimana mungkin kamu bisa mengambil jurusan ini? padahal pelajaran dasarnya saja belum pernah dipelajari”
“Bagaimana mungkin kamu bisa bersaing dengan para lulusan pondok pesantren? Sedang dulu menuntut ilmu di sekolah negeri.”
   Berdamailah wahai diri, simpan dulu berbagai lontaran pertanyaan itu. Jalani saja apa yang ada saat ini. Biarkan waktu yang akan menjawab semuanya.
Sebelum masuk perkuliahan, di jurusan Pendidikan Bahasa Arab ini memprogramkan Mukhoyyam menghafal mufrodat selama sepekan yang tempat pelaksanaannya tahun ini diadakan di pesisir pantai Bolihutuo. Memerlukan waktu berjam-jam untuk sampai disana. Terlebih ini adalah pertama kalinya aku berhari-hari pergi meninggalkan rumah. Lagi, dan lagi, suasana yang seperti inilah dibutuhkan otak untuk mulai kembali bekerja setelah sekian lama beristirahat. Suguhan angin yang berhembus sepoi-sepoi, ombak yang saling berkejaran menghantam bebatuan, dan udara yang cukup sejuk. Sayang sekali sepekan ini cepat berlalu.
Semburat mentari keluar dari peraduannya di ufuk timur. Cuacanya sangat mendukung semangat pagi, awal mula perkuliahan. Kulihat jadwal yang tersusun rapi terpampang di dinding kamar. “Jadwal full dari pagi hingga sore hari” ujarku dalam hati. Usai perkuliahan hingga waktu dzuhur, sorenya masih ada pembelajaran non-sks. Ku langkahkan kaki keluar dari tempat bermimpi, menuju tempat mewujudkan mimpi.
Kuliah, namanya juga kuliah. Semua mahasiswa juga pernah merasakan penatnya. Menghabiskan waktu bejam-jam berhadapan dengan komputer, juga sang kertas menuntut haknya untuk bermain-main bersama pena, sedang waktu tak sedikit pun memihak. Ditambah lagi dengan pembelajaran tambahan di sore hari seperti belajar bahasa Arab,  Tahsin, juga Fikh. Tak hanya itu, disaat orang-orang sibuk dengan kegiatan mereka di bulan Ramadhan ini, kami justru disibukkan dengan program tahfiz.
Sangat-sangat bermanfaat bukan? “Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah kamu dustakan” (Q.S. Ar-Rahman). Akankah ada waktu lain yang terhabiskan percuma? Disini kami katakan “Tidak”. Tak ada sedikit waktu yang kami habiskan sia-sia.
Pada akhirnya setelah menjadi bagian dari keluarga Pendidikan Bahasa Arab, aku mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang pernah singgah sehingga hampir saja diri ini berputus asa. Sesungguhnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memudahkan bagimu, jika itu adalah bagian dari takdir-mu. Maka bersabarlah, dan jangan lupa untuk selalu bersyukur disetiap keadaan.



COMMENTS

Nama

Adab Berteman,2,Alam Semesta,1,Alqur'an,2,Berteman dalam kebaikan..,1,Cerita Kita,1,Dunia Islamiyah,1,Fiqih Wanita,1,Genersi Millenials,1,Hijab Syar'i,1,HMJ PBA,1,indahnya kata-kata,1,Inspirasi Islam,1,Islam Itu Indah,1,Kegiatan,1,Kegiatan HMJ PBA,1,Kegiatan Jurusan,1,Kegiatan Kepemimpinan,1,Kesehatan,3,Ketaatan Seorang Istri,1,kisah Cinta dalam Diam,1,Kisah Islami,2,Kumpulan Kisah,1,Kumpulan kisah islam,2,makan enak,1,Makanan,1,makna persahabatan,1,materi ceramah,1,metode belajar,1,Motivasi,1,Motivasi Kehidupan,1,mujahid,1,Olahraga,2,Pacaran dalam Islam,1,Panten Remaja,1,Pendidikan,2,Perhiasan Dunia,1,Pertemanan,2,prosa,1,Puisi Narasi,1,Resep Makanan,1,Sahabat...,1,Senja,1,Seputar Islam,1,suara hati,1,Tafsir Maudhui,1,TARIAN,1,Tentang Muttahidun,1,Wanita Muslimaah,1,
ltr
item
PBA 18 MUTTAHIDUN IAIN GORONTALO: Muara Euforia
Muara Euforia
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIc371oJPUexF6UIpppMSfC6xwtnUYH-Lcu-5gL4MiAsdRuugLrhzoRt8vQnDIHOExlPbvBzMgiXiDFub8lwuKx4oMw14NxOKUeFg3Z9WI0UDeA1PKbZNMFaM3yC2BS5Bdx2wf1Pr_1YoZ/s320/IMG-20190524-WA0014.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIc371oJPUexF6UIpppMSfC6xwtnUYH-Lcu-5gL4MiAsdRuugLrhzoRt8vQnDIHOExlPbvBzMgiXiDFub8lwuKx4oMw14NxOKUeFg3Z9WI0UDeA1PKbZNMFaM3yC2BS5Bdx2wf1Pr_1YoZ/s72-c/IMG-20190524-WA0014.jpg
PBA 18 MUTTAHIDUN IAIN GORONTALO
https://muttahidun.blogspot.com/2019/05/muara-euforia.html
https://muttahidun.blogspot.com/
https://muttahidun.blogspot.com/
https://muttahidun.blogspot.com/2019/05/muara-euforia.html
true
5861034918531955645
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy