GYMNASTIAR TOBUHU. Jalan musnah lapuk oleh zaman Udara tercemar berbagai kepentingan Kemana kita mengalamatkan peraduan? “Aku pe...
GYMNASTIAR TOBUHU.
Jalan musnah lapuk oleh zaman
Udara tercemar berbagai kepentingan
Kemana kita mengalamatkan peraduan?
“Aku pergi bertualang dengan janji akan pulang”
“Pada hangat peluk ibu, pada haru peluk rindu”
Lama bertualang ke sana kemari
Menyiangi ilalang tanya
Merenangi laut perihal
Merenungi kabut imaji
Hingga teringat satu nama
Yang tak henti berdoa
Yang tak lelah mencinta
Yang merawat tanpa keluhan
Sejak dalam kandung badan
“Aku pergi bertualang dengan janji akan pulang”
“Pada hangat peluk ibu, pada haru peluk rindu”
Mengajari perihal dan tanda kebesaran
Mengantar mata ke berbagai keindahan
Membelikan mainan, permen, pakaian,
Yang masih terpakai dalam benak walau telah sesak di badan
Sehangat-hangatnya mentari tetap tak akan menandingi
Peluk terikhlas dan dekap tertulus yang ada di bumi
Yang tetap tersenyum tanpa pamrih
Menyambut kepulangan diri
Dengan air mata bangga merayakan kembalinya sang buah hati
...
Kelak saat tubuhmu telah renta
Bolehkah aku membalas budi
Walau dayaku tak mungkin menandingi
Sebab hanya di pelukmu
Aku merasa aman ibu
“Aku pergi bertualang dengan janji akan pulang”
“Pada hangat peluk ibu, pada haru peluk rindu”

COMMENTS